Monday, October 3, 2011
Monday, September 26, 2011
hmmm...
kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku menghadapi kemerdekaan tanpa cinta.kau tak akan mengerti segala lukaku,karna cinta teLah sembunyikan pisaunya.membayangkan wajhmu adalah siksa,kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan,dirimu teLah menjadi Racun daLam dalam hidupku,apabila aku dalam kangen dan sepi,itulah aku tungku tanpa api...
= =>mengapa semua'a berlalu begitu cepat,hingga tanpa ku sadari aku sudah terlalu jauh menyayangimu dan sulit banget buat nglupain semua yang udah terjadi...
apa aku salah jika aku mencintai dya ??? padahal semua kehancuranku bersal dari dya ??? dya..dya..dan dya...
aku memang sangat menyesal pernah memilih dya,,,
tapi aku tak pernah menyesal telah menyayangi dan mencintai dirinya
= =>mengapa semua'a berlalu begitu cepat,hingga tanpa ku sadari aku sudah terlalu jauh menyayangimu dan sulit banget buat nglupain semua yang udah terjadi...
apa aku salah jika aku mencintai dya ??? padahal semua kehancuranku bersal dari dya ??? dya..dya..dan dya...
aku memang sangat menyesal pernah memilih dya,,,
tapi aku tak pernah menyesal telah menyayangi dan mencintai dirinya
Thursday, July 21, 2011
Memoryyyyyyyyyy..........
syecher maniaaaaaaaaaaaaa.........................
apakah suatu saat kita bisa seperti ini Lagi...???selalu bersama dalam canda,tawa,susah dan sedih ....mungkin ALLAH memiliki rencana yg Lebih Baik di BaLik semua perpisahan ini...I aLways miss you shob...waLopundh kau jauh di sana tp Hati ini akhan slalu mersa dekat....:)
maafin aQ shobat...di hari2 terakhir Qm di jogja aQ g' bsa nemenin Qm...sendainya Qm tw apa yg aQ rasain,aQ ngRasa kesepian di sni,,,semua'a pergi ninggalin jogja,,,ha'a aQ yg tersisa...;'(
apakah suatu saat kita bisa seperti ini Lagi...???selalu bersama dalam canda,tawa,susah dan sedih ....mungkin ALLAH memiliki rencana yg Lebih Baik di BaLik semua perpisahan ini...I aLways miss you shob...waLopundh kau jauh di sana tp Hati ini akhan slalu mersa dekat....:)
maafin aQ shobat...di hari2 terakhir Qm di jogja aQ g' bsa nemenin Qm...sendainya Qm tw apa yg aQ rasain,aQ ngRasa kesepian di sni,,,semua'a pergi ninggalin jogja,,,ha'a aQ yg tersisa...;'(
Thursday, July 14, 2011
Wednesday, July 13, 2011
Ketidakpstian...
Usai Sudah
Misimu dan misiku
Untuk saling berbagi dan mengasihi
Karena kau berbeda
Ketidakpastian ini akan ku akhiri
Tanpa ada harapan
Tanpa ada beban
Tanpa ada air mata
Kekecewaan ku rangkul
Kutimang agar senantiasa terkendali
Tanpa cinta, aku akan tetap berdiri
Tanpa nafasmu ku tetap tersenyum
Jika kau memahami
Apakah aku salah?
Apakah aku egois
Ketidakpastian ini sungguh merenggut nadiku
Nadiku untuk bernafas lega
Nadiku untuk tersenyum bangga
Nadiku untuk berjalan
Sampai nadiku untuk bernyawa
Ironis sungguhkah?
Aku yang terlena
Terluka, bahkan terzolimi
Aku tetap tersenyum untukmu
Salam hangat dariku
Dari seseorang yang mengasihimu
Dari seseorang yang menyayangimu
Tapi ketidakpastian mengajarkanku
Misimu dan misiku
Untuk saling berbagi dan mengasihi
Karena kau berbeda
Ketidakpastian ini akan ku akhiri
Tanpa ada harapan
Tanpa ada beban
Tanpa ada air mata
Kekecewaan ku rangkul
Kutimang agar senantiasa terkendali
Tanpa cinta, aku akan tetap berdiri
Tanpa nafasmu ku tetap tersenyum
Jika kau memahami
Apakah aku salah?
Apakah aku egois
Ketidakpastian ini sungguh merenggut nadiku
Nadiku untuk bernafas lega
Nadiku untuk tersenyum bangga
Nadiku untuk berjalan
Sampai nadiku untuk bernyawa
Ironis sungguhkah?
Aku yang terlena
Terluka, bahkan terzolimi
Aku tetap tersenyum untukmu
Salam hangat dariku
Dari seseorang yang mengasihimu
Dari seseorang yang menyayangimu
Tapi ketidakpastian mengajarkanku
Thursday, June 30, 2011
Monday, June 20, 2011
Cerpen Ibu
Angin berhembus, membelai bendera-bendera yang berkibar di sekitar lokasi lomba cerpen. Riang tawa anak-anak bersama ibu mereka dalam suasana bahagia. Hari itu, selasa pagi adalah lomba cerpen ibu dan anak yang bertema “cerpen ibu”.
“Ayo anisa, lombanya akan segera dimulai” ucap seorang ibu.
“Ya ummi” ucap seorang anak yang bernama Anisa.
Mereka berdua adalah salah satu peserta lomba yang datang agak kesiangan. Maklum pada hari itu merupakan hari libur nasional sehingga membuat jalanan menjadi macet.
“Assalamu’alaikum!!!” teriak seorang ibu diatas panggung yang akan membuka acara perlombaan tersebut.
“Wa’alaikum salam” jawab peserta lomba serempak.
“Apa kabar hari ini?” Tanya ibu itu.
“Al-Hamdulillah, dahsyat, Allahuakbar” teriak anak-anak yang antusias mengikuti lomba tersebut.
Setelah panjang lebar ibu tadi menerangkan perihal lomba cerpen itu, akhirnya lomba pun dimulai. Kebetulan Anisa dan ibunya mendapat tempat duduk dekat kolam ikan.
“Ummi…., Anisa bingung….” Keluh Anisa.
“kenapa sayang?” Tanya ummi.
"Anisa bingung mau nulis apa?” jawab Anisa.
“Tuh lihat aja ke kolam, barang kali Anisa ingat sesuatu untuk ditulis” saran ummi.
Tanpa pikir panjang Anisa pun menoleh ke kolam itu, disana ia melihat ikan mas, air mancur, bebatuan dan beberapa ekor katak.
“Aha…., Anis punya ide” cetusnya.
“Ayo Anisa, ummi percaya kamu pasti bisa” dukung ummi.
Tak terasa waktupun bergulir, semua peserta menulis cerpennya dengan khusyuk. Walaupun sempat ada sedikit kegaduhan karena ada peserta yang menagis histeris.
“Ya, waktunya tinggal lima menit lagi” ucap seorang ibu diatas panggung.
“Sudah ummi …” ucap Anisa dengan penuh semangat.
Setelah semua cerpen diperiksa oleh panitia, akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu pengumuman siapa juara pada lomba cerpen ibu.
“Dan sekarang juara pertama diraih oleh …..” ucap ibu yang berdiri diatas panggung. “Anisa dari SDIT Al-Ukhuwah”.
Sorak tepuk tangan pun terdengar bergemuruh di tempat peserta.
“silahkan kepada dek Anisa untuk membacakan cerpennya” ucap ibu itu.
Setelah Ansia berada diatas panggung, dengan sebuah mic di tangan kanannya, iapun memulai membacakan cerpennya,.
“ikan goreng untuk ummi yang sakit”” ucapnya membacakan judul cerpen itu.
Para peserta pun memperhatikan alur ceritanya. Sebagian diantara mereka ada yang meneneskan air mata karena merasa terharu.
“dan setelah aku dapatkan ikan dari sungai bersama ayah, lalu nenek membantuku memasak ikan itu untuk ku berikan kepada ummi yang sedang sakit di rumah sakit” ucap Anisa menutup cerpennya diiringi riuh suara tepuk tangan dari peserta lomba yang terbawa hanyut oleh alur cerpen buatan Anisa.
“Ayo anisa, lombanya akan segera dimulai” ucap seorang ibu.
“Ya ummi” ucap seorang anak yang bernama Anisa.
Mereka berdua adalah salah satu peserta lomba yang datang agak kesiangan. Maklum pada hari itu merupakan hari libur nasional sehingga membuat jalanan menjadi macet.
“Assalamu’alaikum!!!” teriak seorang ibu diatas panggung yang akan membuka acara perlombaan tersebut.
“Wa’alaikum salam” jawab peserta lomba serempak.
“Apa kabar hari ini?” Tanya ibu itu.
“Al-Hamdulillah, dahsyat, Allahuakbar” teriak anak-anak yang antusias mengikuti lomba tersebut.
Setelah panjang lebar ibu tadi menerangkan perihal lomba cerpen itu, akhirnya lomba pun dimulai. Kebetulan Anisa dan ibunya mendapat tempat duduk dekat kolam ikan.
“Ummi…., Anisa bingung….” Keluh Anisa.
“kenapa sayang?” Tanya ummi.
"Anisa bingung mau nulis apa?” jawab Anisa.
“Tuh lihat aja ke kolam, barang kali Anisa ingat sesuatu untuk ditulis” saran ummi.
Tanpa pikir panjang Anisa pun menoleh ke kolam itu, disana ia melihat ikan mas, air mancur, bebatuan dan beberapa ekor katak.
“Aha…., Anis punya ide” cetusnya.
“Ayo Anisa, ummi percaya kamu pasti bisa” dukung ummi.
Tak terasa waktupun bergulir, semua peserta menulis cerpennya dengan khusyuk. Walaupun sempat ada sedikit kegaduhan karena ada peserta yang menagis histeris.
“Ya, waktunya tinggal lima menit lagi” ucap seorang ibu diatas panggung.
“Sudah ummi …” ucap Anisa dengan penuh semangat.
Setelah semua cerpen diperiksa oleh panitia, akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu pengumuman siapa juara pada lomba cerpen ibu.
“Dan sekarang juara pertama diraih oleh …..” ucap ibu yang berdiri diatas panggung. “Anisa dari SDIT Al-Ukhuwah”.
Sorak tepuk tangan pun terdengar bergemuruh di tempat peserta.
“silahkan kepada dek Anisa untuk membacakan cerpennya” ucap ibu itu.
Setelah Ansia berada diatas panggung, dengan sebuah mic di tangan kanannya, iapun memulai membacakan cerpennya,.
“ikan goreng untuk ummi yang sakit”” ucapnya membacakan judul cerpen itu.
Para peserta pun memperhatikan alur ceritanya. Sebagian diantara mereka ada yang meneneskan air mata karena merasa terharu.
“dan setelah aku dapatkan ikan dari sungai bersama ayah, lalu nenek membantuku memasak ikan itu untuk ku berikan kepada ummi yang sedang sakit di rumah sakit” ucap Anisa menutup cerpennya diiringi riuh suara tepuk tangan dari peserta lomba yang terbawa hanyut oleh alur cerpen buatan Anisa.
Subscribe to:
Posts (Atom)









